Presentasi ala Steve Jobs

Powerpoint SLIDER | Flash Insight! – “Hari ini Anda akan menjadi saksi peluncuran sebuah produk yang sangat revolusioner,” tegas pria paruh baya itu. Walaupun hanya mengenakan jeans dan baju turtleneck, kharismanya membuat seisi auditorium tak bergeming. Dia mondar-mandir tak mau terikat pada satu podium. Di belakangnya ada layar proyektor terbentang setinggi ruangan bergambar sebuah laptop tipis yang sedang tertutup.

Dia berjalan mendekat ke podium, mengambil sebuah amplop cokelat dan membukanya. “Ini adalah amplop yang biasa Anda gunakan sehari-hari.” Mulai terdengar riuh orang-orang yang segera menangkap pesan yang akan disampaikannya. Gambar pada layar berganti menjadi sebuah amplop A4 cokelat. Dia mengeluarkan laptop supertipis di dalamnya. “Dan inilah… MACBOOK AIR!!!” teriaknya. Sontak 7,000 orang bertepuk tangan riuh menyambut kedatangan produk baru Apple yang mereka nantikan.

Ya! Itulah Steve Jobs, pendiri Apple. Kreatifitas dan inovasinya telah menghadirkan produk-produk keren di zaman kita: iPod, iPhone, iPad, iCloud – tunggu saja ‘i’ selanjutnya. Presentasi Steve Jobs selalu keren dan membuat orang berdecak ‘WOW’. Membuat MacWorld Conference, event tahunan Apple, selalu dinantikan.

Dengan mengeluarkan Macbook Air dari amplop, audiens dapat segera membayangkan betapa tipis dan ringannya laptop itu. Ketimbang menceritakan detail ukuran, demo semacam ini jauh lebih kuat melekat dalam otak audiens.

Saya mengamati paling tidak ada 3 karakteristik presentasi Steve Jobs:

Tampilan Presentasi yang WOW
Membuat audiens kagum dengan tampilan presentasi melalui: desain yang nge-POP dan demo memukau. Desain yang “nggak biasa” akan memuaskan hasrat seni audiens, membawa mereka ke dimensi baru yang tak pernah dijelajahi sebelumnya. Demikian juga demo yang atraktif bagaikan pertunjukan sulap, menaikkan rasa penasaran audiens untuk menyimak lebih jauh.

Pesan yang MELEKAT
Menciptakan analogi sederhana yang kuat melekat di otak audiens. Sehingga orang akan berteriak, “AHA! Gue nangkep (pesannya).” Misalnya saat Steve menceritakan bahwa iPod dapat menyimpan 1 juta lagu. Ketimbang memberikan ukuran teknis sekian MB yang mungkin sulit dibayangkan orang awam, analoginya sederhana dan kuat.

Cerita yang MENGINSPIRASI
Memberi kesan mendalam sehingga menjadi suatu pemikiran untuk dilaksanakan. Menyentuh sisi emosional audiens, baru kemudian sisi logisnya. Sehingga kemudian mudah menjual suatu ide ataupun produk. Ini menjadikan presentasi tidak sekedar teori, tapi benar-benar bekerja dalam kehidupan nyata. Membuat audiens bertindak. Steve Jobs menekankan bahwa Apple merupakan perusahaan yang terus menantang status quo dan berpikir berbeda, yang tercermin dari produk-produk yang dihasilkan. Nilai inilah yang awalnya membuat orang kesengsem dengan perusahaan ini.

Saya benar-benar kehausan materi presentasi yang bermutu. Terlalu banyak presentasi membosankan di luar sana. Entah dosen yang membuat mahasiswanya trauma dengan presentasi penuh angka yang sulit dibaca. Ataupun bos yang membuat karyawannya tertidur saat mendengarkan strategi dengan jargon-jargon rumit dan membuat hal mudah menjadi sulit dipahami.

Mari, kita belajar dari Steve Jobs.

No related posts.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One Response to “Presentasi ala Steve Jobs”

  1. Janaye says:

    And to think I was going to talk to smoeone in person about this.

Leave a Reply