Powerpoint SLIDER | Flash Insight – Seorang teman yang baru kembali dari S3 di Inggris membuat saya bertanya-tanya, “Kenapa Mas kembali ke Indonesia?” Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi negara maju sudah jenuh, paling 2 – 3% setahun. Tahun 2011 Bank Indonesia meramalkan pertumbuhan ekonomi kita 6,5%. Cukup jauh di atas mereka. Di samping itu, persaingan usaha di sana sudah terlampau sengit. Jumlah entrepreneur di negara maju sekitar 12% dari populasi. Jauh dibandingkan di Indonesia yang masih di angka 0,24%. Artinya, peluang besar buat para marketer untuk memasarkan produk di negara ini.
Apalagi dengan pendapatan per kapita (GDP) yang tahun 2011 ini tembus di atas 3,000 USD. China dan Brazil merupakan contoh nyata yang sudah mengalaminya. Sebelum memasuki GDP 3,000 USD, pertumbuhan ekonomi suatu negara akan cenderung datar atau naik dengan perlahan, namun begitu tembus angka 3,000, maka pertumbuhannya akan berlangsung eksponensial, naik jauh lebih cepat.
Mengapa demikian? Penyebab utamanya adalah jumlah kelas menengah yang tumbuh pesat. Kelas menengah inilah yang menjadi penggerak roda ekonomi. Mereka memiliki kemampuan mencipta dan membeli. Kelas menengah saat ini adalah masyarakat terdidik yang konsumtif, mereka banyak ditemukan di mal-mal – mungkin Anda juga termasuk di antaranya, bukan? Sebelumnya persentase customer di Indonesia selalu didominasi di kelas bawah yang nota bene punya kemampuan terbatas.
Moment inilah yang menurut pakar pemasaran, Yuswohady, akan menghasilkan tsunami ekonomi dalam 5 tahun ke depan. Suatu percepatan pembangunan. Dan pada kuartal I 2011 Kepala Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi yang paling besar. Artinya, customer seperti Anda dan saya lah yang berpotensi menggerakkan ekonomi.
Marketer, saatnya Anda mempersiapkan diri menuju kebangkitan ekonomi Indonesia.
No related posts.




July 2nd, 2011
Fandy Yasin
Posted in
Tags:
Thanks guys, I just about lost it lkooing for this.