SWITCH: Change Management Ketika Change Sulit Dilakukan

PowerpointSLIDER | Flash Insight Change Management! – Pada suatu weekend yang ramai, saat pemutaran film perdana di suatu bioskop, ada 2 kelompok penonton yang mendapat popcorn gratis. Kelompok pertama mendapat popcorn dalam wadah besar. Kelompok kedua dalam wadah kecil. Popcorn tersebut sebenarnya memiliki rasa yang biasa dan tidak terlalu hangat. Dibagikan pada 2 kelompok yang memiliki jumlah orang gemuk dan kurus yang relatif sama.

Setelah selesai acara sisa popcorn kemudian diukur oleh para peneliti. Tebak, kelompok mana yang menghabiskan popcorn lebih banyak? Ternyata kelompok pertama (wadah besar) cenderung memakan popcorn dalam jumlah yang lebih banyak dari kelompok lainnya. Ukuran wadah mempengaruhi pola makan! Demikian cuplikan cerita dari buku best-seller “Switch: How to Change when Change is Hard?” (Chip dan Dan Heath), sebuah buku penting dalam literatur change management.

Menyimak hasil penelitian di atas, jangan-jangan problem kebiasaan makan berlebihan dapat diatasi hanya dengan memperkecil ukuran piring. Perilaku buruk yang sering dipandang sebagai “masalah orang” terkadang hanyalah “masalah situasi”. Ketika situasinya diubah, perilaku pun bisa berubah.

KESIMPULAN 1: “Situasi mempengaruhi perilaku”

Otak manusia terdiri dari 2 bagian, “sang gajah” dan “sang pawang”. Pawang sifatnya cerdas namun lemah. Gajah sangat kuat namun moody. Contoh nyatanya saat kita bangun pagi, “sang pawang” tahu bahwa kita harus bangun jam 6 supaya tidak terlambat, namun apabila “sang gajah” malas, maka tetap saja kita tidak akan beranjak.

Pendekatan “ceramah” seringkali hanya menyentuh sisi “sang pawang”. OK mungkin masuk akal secara logis, namun energi penggerak perubahan perilaku yang sebenarnya adalah “sang gajah”. Tak heran apabila ceramah seringkali gagal mengubah perilaku secara permanen.

KESIMPULAN 2: “Perubahan membutuhkan sentuhan pada sisi emosional manusia”

Demikian 2 kesimpulan penting yang dibahas buku best-seller “Switch: How to Change when Change is Hard?” (Chip dan Dan Heath), buku penting dalam literatur change management. Mereka menawarkan 3 kerangka dalam melakukan perubahan, yaitu melalui:
1. Situasi. Melicinkan jalan untuk melakukan perubahan dengan mengurangi tingkat kerumitan kegiatan.
2. Emosi. Menyentuh sisi emosional manusia sebelum sisi logisnya.
3. Arah. Membuat arah tujuan perubahan menjadi sangat jelas baik melalui bahasa penjelasan yang lebih sederhana maupun tujuan yang lebih jangka pendek.

Anda bisa melakukan salah satu maupun kombinasi dari kerangka di atas untuk menciptakan perubahan, baik bagi diri sendiri maupun di kantor Anda. Silahkan tonton presentasi berikut untuk cuplikan insightnya.

No related posts.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply